0%
4 min left

Transisi VP Digital Advertising + Refleksi Akhir Tahun Pandemic

Transisi VP Digital Advertising + Refleksi Akhir Tahun Pandemic
← Kembali ke Blog

Akhir tahun lalu saya tulis tentang "mulai pikirin apa selanjutnya". Saya identifikasi 4 opsi, pilih Opsi 4 (internal entrepreneurial di Telkom Group), dan plan untuk 2020.

Setahun setelah itu, banyak yang sudah berubah. Saya akan refleksi.

Pertama, soal transisi role.

Saya tidak ambil internal entrepreneurial path — at least belum. Yang terjadi: di Q3, kepemimpinan Metranet propose ke saya untuk pindah dari GM Partnerships ke VP Digital Advertising. Itu vertikal yang completely berbeda. Bukan promosi linear (level pretty serupa), tapi pivot strategic.

Kenapa propose ke saya? Beberapa alasan yang dikasih kepemimpinan:

Pertama, Digital Advertising adalah revenue stream yang massive untuk Metranet — porsi yang substantial dari total revenue. Ada gap leadership di sana setelah orang sebelumnya pensiun. Mereka butuh someone yang bisa drive growth + manage stakeholder banyak.

Kedua, mereka butuh background bertipe saya — campuran technical (engineer history saya) + partnership (network external) + manajemen (4 tahun di GM). Profile yang sulit di-replicate dari recruitment external.

Saya pikir 4 minggu. Pros: experience dalam vertical baru, exposure ke advertising ecosystem yang lebih intensif, scope yang lebih besar. Cons: meninggalkan tim partnership yang sudah bagus, masuk vertical yang saya less familiar.

Akhirnya saya ambil. Bukan hanya untuk role itu sendiri, tapi karena saya tahu ini akan kasih saya foundation yang lebih luas untuk fase berikutnya.

Mulai November saya official VP Digital Advertising. Inherit tim yang lebih besar (12 orang vs 5 di Partnerships), responsibility yang baru, tantangan yang berbeda.

Kedua, refleksi setahun pandemic.

2020 adalah tahun terberat dalam karir saya. Dan tahun yang paling memberi pelajaran.

Dari soal kerja: WFH selama 9 bulan ubah segalanya. Cara saya manage tim. Cara kami negotiate deal. Cara kami evaluate produktivitas. Banyak default yang saya assume "wajib" — meeting in-person, lunch dengan partner, kerja di kantor — ternyata tidak. Banyak hal bisa dilakukan secara berbeda.

Yang menarik: tim saya secara konsisten produktif sepanjang 2020, meski WFH. Beberapa metric kami actually improve. Itu kasih saya kepercayaan baru bahwa office bukan necessary untuk high-performance team — dengan catatan ada culture + process yang appropriate.

Dari soal keluarga: Anak saya umur 5 sekarang. Selama pandemic, dia spend banyak waktu di rumah (sekolah online, tidak ada playmate). Saya juga di rumah. Itu kasih saya quality time yang sangat berharga.

Saya invest in routine: bedtime story setiap malam, weekend home project (bangun lego, baca buku, masak bareng), screen-free dinner. Hubungan kami jadi lebih dekat dari sebelum pandemic.

Trade-off-nya: istri saya juga WFH dari rumah, jadi koordinasi space dan attention jadi rumit. Tapi kami figure out the rhythm.

Dari soal kesehatan: Berat saya naik 6 kg di awal pandemic (less movement, more snacking). Saya start workout di rumah Juli, gradual lose weight kembali, sekarang sudah relatively stable.

Sleep quality juga jadi area focus. Sebelumnya saya pengen tidur jam 12, sekarang saya try jam 11. Bangun tetap jam 6. Saya bisa lebih produktif dengan 7 jam sleep konsisten daripada 5-6 jam variable.

Apa rencana 2021?

Pertama, ramp up sebagai VP Digital Advertising. Spend Q1 untuk deep dive ke business unit, paham fundamentally bagaimana revenue dihasilkan, di mana competitive advantage kami, di mana risk.

Kedua, push internal entrepreneurial yang saya tunda 2020. Pandemic kasih saya time untuk think hardly tentang what I want next. Dalam 6-12 bulan, saya akan mulai concrete steps untuk launch venture di dalam Telkom Group.

Ketiga, dan ini paling personal: tetap protect waktu keluarga. Pandemic kasih saya gift dalam bentuk waktu dengan anak. Saya akan protect itu bahkan setelah situasi normal.

2020 dipenuhi loss untuk banyak orang — economic, health, relationship, sense of normalcy. Tapi juga punya gift yang tidak diharapkan: time untuk think, recalibrate, rebuild relationship.

Saya beruntung — keluarga sehat, pekerjaan stabil, tim baik. Banyak yang tidak. Yang penting: kita semua belajar dari tahun yang sulit ini, dan bangun yang lebih bagus di tahun berikutnya.

Selamat datang 2021. Tahun yang masih unpredictable, tapi (hopefully) lebih mudah dari 2020.

Komentar

Memuat komentar…