Promosi ke CEO Posdigi — Dari COO ke CEO dalam 12 Bulan
Hari ini saya umumkan internal di Posdigi: mulai 1 Agustus, posisi saya akan berubah dari Chief Operating Officer ke Chief Executive Officer. Mengambil alih dari CEO sebelumnya yang akan pindah ke role advisory.
Sekarang setelah hampir setahun di Posdigi, saya tulis tentang transisi ini dan apa yang ada dalam pikiran saya.
Saya akan jelaskan.
Pertama, kenapa transisi ini terjadi.
Posdigi punya transisi leadership yang sudah direncanakan beberapa bulan terakhir. CEO sebelumnya — yang founding CEO dan punya track record establish Posdigi sebagai entity — siap untuk pindah ke role advisory. Board (yang termasuk eksekutif Pos Indonesia + beberapa external advisors) cari successor.
Setelah 11 bulan COO, board approach saya untuk ambil CEO role. Mereka cite beberapa alasan:
Pertama, saya sudah deep familiar dengan organisasi. Listening tour 60 hari saya kasih saya context yang luas tentang operasi, tim, dan pelanggan. Successor external akan butuh 12-18 bulan untuk dapat context yang sama.
Kedua, hasil COO tahun saya solid. 3 prioritas yang saya identify (UMKM lending, wealth management, integrasi dengan Pos) — semua sudah punya progress yang nyata. Tim lebih stable. Customer feedback membaik.
Ketiga, dan ini lebih political: board ingin continuity. Pindah ke external CEO akan butuh culture reset yang merepotkan. Internal promotion preserve momentum.
Saya pikir 4 minggu. Beberapa concerns yang saya pertimbangkan:
CEO role lebih besar dari yang saya pengalami sebelumnya. Bukan sekedar manage operations, tapi set vision, communicate to investor (Pos Indonesia + external partner), navigate political dynamics dengan regulator (OJK), dan ultimate accountability untuk hasil.
Plus, mid-2022 ini bukan waktu yang mudah. Tech industry sedang lakukan correction global. Indonesia ekonomi pulih dari pandemic tapi inflation naik. Untuk financial services seperti Posdigi, environment-nya challenging.
Tapi setelah refleksi, saya bilang ya. Beberapa alasan:
Pertama, saya tidak akan pernah ready 100%. Setiap leader yang berhasil pernah ambil role yang challenging mereka belum fully ready. Yang penting bukan apakah saya siap, tapi apakah saya bisa quickly grow ke role itu.
Kedua, opportunity sangat konkret. Posdigi punya potensi yang besar — infrastruktur Pos Indonesia, customer base ratusan juta yang underserved, regulator yang supportive untuk fintech BUMN. Saya punya privilege untuk lead organisasi yang punya impact langsung untuk demokratisasi keuangan Indonesia.
Ketiga, dan ini paling personal: saya butuh tantangan ini untuk grow. Setelah 12 tahun di Telkom Group dan 11 bulan di Posdigi sebagai COO, saya tahu next development saya butuh stretch yang lebih besar. CEO role kasih itu.
Apa rencana 100 hari pertama sebagai CEO?
Pertama 30 hari: transition formal dengan CEO sebelumnya. Hand-over relationship dengan key stakeholders (Pos Indonesia direksi, OJK, partner bank). Set tone bahwa continuity adalah prioritas — bukan revolution.
Hari 30-60: refresh strategic priorities untuk 18 bulan ke depan. CEO sebelumnya punya 3 prioritas yang sudah jalan. Saya akan keep 2 dari mereka, tweak 1, plus add satu prioritas baru (yang akan saya communicate setelah formal launch). Tidak ada dramatic pivot — evolution, bukan revolution.
Hari 60-100: build my leadership team. Beberapa peran di executive level masih open atau perlu re-shuffle. Saya akan invest signifikan dalam team building.
Apa yang saya berharap setelah setahun sebagai CEO?
Saya akan jujur: saya tidak akan tahu apakah saya berhasil sampai 18-24 bulan lagi. CEO transition itu lambat unfold. Yang bisa saya commit: I will give it everything.
Untuk keluarga: anak saya umur 7 tahun, sudah masuk SD. Istri saya mendukung. Tapi schedule akan jadi lebih demanding lagi. Saya akan invest in routine — bedtime story setiap malam saya di rumah, weekend protected (kecuali emergency), phone off saat dinner.
Mari kita lihat. Setahun lagi saya akan tulis dari fase yang berbeda. Sama biasa-nya, saya akan jujur tentang apa yang work dan apa yang tidak.

Komentar