0%
3 min left

ChatGPT Launch — AI Moment yang Saya Tidak Lihat Akan Datang

ChatGPT Launch — AI Moment yang Saya Tidak Lihat Akan Datang
← Kembali ke Blog

Tanggal 30 November lalu OpenAI launch ChatGPT publicly. Saya download dan main 1 minggu. Hari ini, dengan banyak pengalaman dengan tools-nya, saya tulis observasi yang mungkin akan jadi lookback yang menarik dalam 5-10 tahun ke depan.

ChatGPT mungkin adalah moment AI mainstream yang saya tidak lihat akan datang dalam 2022. Mari saya jelaskan.

Pertama, apa ChatGPT.

ChatGPT adalah large language model (LLM) yang dibuat OpenAI. Dia bisa chat dengan user dalam bahasa natural, jawab pertanyaan, bantu nulis email, debug code, eksplain konsep kompleks. Tanpa interface yang kompleks — just chat box.

Quality jawaban-nya stunning. Saya tanya tentang strategi fintech Indonesia, dia jawab dengan analysis yang reasonable. Saya minta dia draft email partnership, hasilnya 80% siap dipakai. Saya minta dia review code Python sederhana, dia identifikasi bug akurat.

Bukan AI yang teoretis dari paper akademik. Ini AI yang practical, accessible, dan immediately useful untuk knowledge worker.

Kedua, kenapa ini momen besar.

Saya track AI selama bertahun-tahun. AlphaGo 2016, GPT-2 2019, GPT-3 2020 — semua menarik tapi remote dari daily use. ChatGPT berbeda. Dalam 5 hari setelah launch, 1 juta user. Dalam beberapa minggu, kemungkinan tembus 100 juta.

Adoption rate-nya unprecedented. Faster than Facebook, Twitter, Gmail di kelas-nya. Itu signal bahwa ChatGPT solve real problems for real people.

Lebih penting, ChatGPT shift narrative AI. Dari "AI akan replace pekerjaan" yang abstrak ke "AI akan ubah cara saya kerja besok pagi" yang sangat konkret. Itu shift psychological yang besar.

Ketiga, implikasi untuk industri Indonesia.

Saya pikir tiga kategori implikasi:

Pertama, customer service. Banyak chatbot di Indonesia masih basic — script-driven yang tidak handle pertanyaan yang nuanced. ChatGPT-class technology akan ubah game. Customer service di banks, ecommerce, fintech akan jauh lebih conversational dan helpful.

Untuk Posdigi: ini sangat relevan. Kami punya volume customer query yang besar (KYC, lending, payment issues). LLM-based assistant bisa handle 70%+ pertanyaan dengan accuracy tinggi. Itu efficiency yang besar.

Kedua, content creation. Marketing copywriter, jurnalis, content creator — semua harus rethink workflow mereka. ChatGPT bisa draft post dalam menit. Yang valuable adalah editor — orang yang bisa take ChatGPT output dan refine ke publication-ready quality.

Ketiga, dan ini paling concerning: knowledge work yang routine. Banyak tasks di office Indonesia — write reports, prepare presentations, draft proposals — bisa di-augment significantly oleh AI. Yang akan paling terdampak: junior level position yang banyak tugas-nya yang procedural.

Tapi optimist case: AI augment, bukan replace. Senior knowledge worker dengan AI assistance akan jauh lebih produktif. Junior position akan shift dari procedural ke creative + judgment-heavy.

Apa yang saya akan lakukan?

Pertama, eksperimen pribadi. Saya akan integrate ChatGPT ke workflow harian — draft email, prep presentation, brainstorm. Itu akan kasih saya sense praktis tentang capabilities dan limitations.

Kedua, di Posdigi: explore pilots. Customer service assistant. Internal knowledge bot untuk policy lookup. Code review assistant untuk engineering team. Beberapa low-risk experiments di Q1 2023.

Ketiga, dan ini paling strategic: prepare tim untuk shift. Skill yang akan paling valuable next 5 years: judgment, creativity, communication, complex problem-solving. Skill yang akan terdiscount: rote knowledge, procedural work, basic writing.

Saya juga prepare anak saya. Dia umur 7 sekarang. Pendidikan-nya next 15 tahun akan jadi dunia di mana AI ubiquitous. Skill yang dia perlu pelajari berbeda dari yang saya pelajari di umur-nya.

ChatGPT bukan end-state AI. Ini awal. GPT-4 akan launch dalam beberapa bulan. Kompetitor akan launch alternatif. Industri kita harus adapt cepat.

Saya akan tulis lebih banyak tentang AI di posting depan. Ini topik yang akan dominate 2023 dan seterusnya. Tahun ini cuma intro.

Komentar

Memuat komentar…