0%
4 min left

Akhir Tahun 2022 — Refleksi 4 Bulan CEO + Plans 2023

Akhir Tahun 2022 — Refleksi 4 Bulan CEO + Plans 2023
← Kembali ke Blog

Setahun lalu saya tulis tentang 5 bulan pertama di Posdigi sebagai COO. Hari ini, akhir 2022, saya tulis tentang 4 bulan pertama saya sebagai CEO Posdigi (sejak Agustus). Plus plans untuk 2023.

Saya akan refleksi.

Pertama, transisi COO ke CEO — apa yang berbeda.

Sebagai COO, focus utama saya operations: product launch, team execution, financial discipline. Strategic direction sudah diset oleh CEO sebelumnya, saya implement.

Sebagai CEO, scope berbeda fundamental: Saya set strategic direction (subject to board approval). Saya manage external relationships — Pos Indonesia direksi, OJK, partner bank, partner content. Saya communicate vision ke seluruh organisasi. Saya ultimate accountability untuk hasil.

Yang paling surprising: time allocation. Sebagai COO saya spend 60% di operations, 30% di team, 10% external. Sebagai CEO sekarang: 30% operations, 30% team, 40% external.

Itu shift yang besar. Saya kehilangan ke-detail-an tentang day-to-day operations yang dulu saya kuasai. Saya harus trust tim yang COO + VP saya untuk eksekusi.

Awal-awal saya struggle dengan let-go. Saya intervene terlalu banyak di operational decisions. Saya bilang ke COO baru (yang saya recruit dari outside ke take over saya): "kamu drive operations, saya cover external + strategy." Tapi reflex saya untuk intervene tetap.

Pelan-pelan saya improve. Sekarang, 4 bulan in, saya already bisa let-go dengan lebih natural. Tapi masih ada hari-hari saya pulang dengan rasa anxious karena tidak tahu detail dari beberapa decisions.

Kedua, environment makro yang challenging.

2022 adalah tahun yang sulit untuk tech globally. Layoff massive di Meta, Google, Twitter, Spotify. IPO valuasi turun drastis. Investor turn cautious.

Indonesia tidak immune. Banyak startup raise Series B/C yang sebelumnya gampang, sekarang struggle untuk close. Beberapa unicorn Indonesia ada layoff. GoTo stock turun 60% sejak IPO.

Untuk Posdigi, dampak indirect. Kami bukan public, jadi tidak ada stock pressure. Kami bukan dependent pada VC funding, jadi tidak ada term sheet renegotiation. Tapi macro sentiment affect customer behavior — UMKM cautious tentang lending, retail investor pause wealth management.

Saya adjust forecast Q4 2022 dan plan 2023 untuk reflect realitas. Growth target dilower 20%. Saya kerja closer dengan CFO untuk memastikan financial discipline tegas. Tidak ada experimental investment yang besar sampai sentiment recovery.

Itu painful — saya lebih suka aggressive growth. Tapi sebagai CEO, saya harus prioritize sustainability di environment yang volatile.

Ketiga, satu pelajaran besar: stakeholder management.

Sebagai CEO BUMN-affiliated, saya punya banyak stakeholder. Pos Indonesia direksi (sebagai parent). Board independen Posdigi. OJK sebagai regulator. Partner bank dan fintech. Karyawan Posdigi. Customer.

Setiap stakeholder punya prioritas yang berbeda, kadang conflicting. Pos Indonesia mau short-term financial return. Board mau long-term value creation. OJK mau compliance + consumer protection. Karyawan mau growth + stability. Customer mau great products + great service.

Cant satisfy semua. Yang saya pelajari: be transparent dengan trade-offs. Setiap quarter saya kirim communication yang explicitly say: "kami prioritize X, kompromi di Y, karena alasan Z."

Itu approach yang painful — kita admit kompromi instead pretend semua hal kita prioritize. Tapi build trust jangka panjang.

Plans 2023:

Pertama, scale 2 product utama (UMKM lending + wealth management) yang sudah punya product-market fit. Lebih aggresif distribution lewat Pos Indonesia network. Target growth 50% YoY (down dari 100% target awal, adjusted untuk macro).

Kedua, eksplor partnership dengan fintech kelas atas (Akulaku, Kredivo, mungkin GoTo untuk wallet integration). Posdigi punya complementary assets — kami strong di distribution physical, mereka strong di digital UX.

Ketiga, AI integration. Setelah ChatGPT moment, saya commit Posdigi akan have AI strategy yang clear. Pilots di customer service Q1 2023, scale Q3-Q4 kalau pilots successful.

Untuk keluarga: anak umur 7 jalan terus dengan sekolah. Routine bedtime story dijaga, weekend protected. Istri saya tetap supportive — saya tidak akan ambil ini untuk granted.

2022 dipenuhi transition besar — COO ke CEO, environment dari optimism ke caution. 2023 akan jadi tahun execution. Saya akan tulis lagi setahun lagi tentang apa yang work dan apa yang tidak.

Selamat datang 2023.

Komentar

Memuat komentar…