Tokopedia $100 Juta Series C — Indonesia Punya Unicorn yang Datang
Minggu lalu Tokopedia umumkan Series C senilai $100 juta. Dipimpin Sequoia Capital dan SoftBank Capital. Ini funding terbesar yang pernah didapat startup Indonesia. Per data yang available, total valuasi Tokopedia post-money sekitar $400-500 juta.
Untuk konteks: $400 juta valuasi di 5 tahun setelah founding. Itu trajectory yang membuat Tokopedia salah satu kandidat kuat untuk jadi "unicorn pertama Indonesia" — startup dengan valuasi $1 miliar+. Mungkin 2-3 tahun lagi, mungkin lebih cepat.
Saya tulis tentang Indonesia tech ecosystem berkali-kali sejak 2010 ketika Koprol diakuisisi Yahoo. Setiap kali ada milestone, saya tulis. Karena progress di industri ini bukan linear — ada periode tenang yang panjang, lalu sentakan besar yang mengubah persepsi global tentang Indonesia.
Tokopedia raise ini sentakan besar.
Apa artinya untuk industri kita?
Pertama, validasi model ecommerce horizontal Indonesia. Tokopedia adalah marketplace — sellers post product, buyers beli, Tokopedia ambil komisi. Mirip Taobao di China, eBay di US. Untuk waktu lama, banyak yang doubt apakah model ini akan jalan di Indonesia. Logistic challenge yang besar (kepulauan), trust issue (siapa yang verify seller bukan scam), payment infrastructure yang masih lemah. Tapi Tokopedia ngebuktiin: bisa dilakukan, dengan eksekusi yang sabar dan investment di operations.
Kedua, validasi founder Indonesia. William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison memulai Tokopedia tahun 2009 — di tengah Krismon Global. Mereka nggak quit. Mereka bangun pelan-pelan, dari Jakarta, tanpa team developer yang besar. 5 tahun kemudian, mereka raise $100 juta dari investor top dunia. Itu validation untuk semua founder Indonesia yang mulai dari modest beginning.
Ketiga, dan ini paling penting buat industri kita: VC asing sekarang akan invest lebih agresif di Indonesia. SoftBank dan Sequoia kedua-duanya prestige investor dengan portfolio global. Kalau mereka invest di Tokopedia, mereka akan invest di Indonesia startup lainnya. Pipeline funding untuk startup Indonesia akan jauh lebih sehat tahun depan.
Tantangan-nya: industri kita harus bisa absorb capital ini dengan baik. Banyak modal mengejar talent yang langka — engineer senior Indonesia masih sedikit. Kalau setiap startup pop-up dengan funding besar, war for talent akan eskalasi, gaji jadi naik tidak rasional, dan startup tanpa eksekusi sustainable akan gagal cepat.
Pelajaran buat saya, sebagai Application Development Manager di Metranet: saya harus pertimbangkan apakah saya stay di korporasi besar atau pindah ke startup. Setahun lalu, jawaban-nya jelas stay — startup masih terlalu kecil, modal terbatas, risiko tinggi. Hari ini, dengan Tokopedia raise $100 juta, kalkulasi-nya jadi berbeda.
Saya tidak berencana pindah dalam waktu dekat. Tapi saya akan watch dengan cermat. Apakah ini awal dari ekosistem startup Indonesia yang real, atau bubble yang akan pecah dalam 2-3 tahun? Belum bisa saya tentukan.
Yang pasti: 2014 akan diingat sebagai tahun di mana Indonesia mulai dianggap serius sebagai tech market global. Setelah Koprol-Yahoo 2010, setelah Path 5 juta user 2012, sekarang Tokopedia $100 juta. Itu progression yang membuat saya optimis sebagai engineer Indonesia.
Selamat untuk Tokopedia. Selamat untuk William dan Leontinus. Selamat untuk industri ini.

Komentar