Modal Ventura Indonesia di Persimpangan: Antara Logika Risiko dan Logika Akuntabilitas

Ada satu kontradiksi yang membuat saya tidak bisa berhenti memikirkannya akhir-akhir ini, dan saya akan memulainya dengan dua peristiwa yang terjadi nyaris bersamaan di dua kota yang seharusnya berdekatan.
Pada akhir 2022, sebuah perusahaan investasi raksasa di Singapura mengumumkan bahwa mereka kehilangan seluruh US$275 juta yang ditanamkan di FTX β bursa kripto yang kemudian kolaps setelah praktik pengelolaannya menjadi sorotan global. Yang menarik bukan angka kerugian itu. Yang menarik adalah responsnya. Temasek mengumumkan pemotongan gaji tim investasi yang bertanggung jawab. Mereka melakukan review internal. Mereka memperketat protokol due diligence.
Tidak ada satu pun yang dipenjara.
Konten Premium
Artikel ini eksklusif untuk pelanggan. Berlangganan dan dapatkan akses ke semua konten premium.
Akses semua premium Β· Cancel anytime




Komentar