Pindah Kerja: dari Trikarsa ke Metranet — Refleksi Pertigaan Karir di Umur 23
Hari ini hari pertama saya di kantor baru — Metranet, anak perusahaan Telkom yang fokus content & digital. Setelah 1.5 tahun di PT Trikarsa Sempurna Sistemindo sebagai Web Programmer, saya pindah. Bukan karena tidak senang di sana. Justru sebaliknya — saya belajar banyak di Trikarsa. Tapi ada waktu di mana growth harus dicari di tempat lain.
Saya tulis ini bukan sebagai resume update, tapi sebagai refleksi. Karena beberapa hal yang saya pertimbangkan dalam pindah kerja kali ini, mungkin juga relevan buat teman-teman lain yang berada di pertigaan karir.
Di Trikarsa, saya pegang banyak project klien — sebagian besar institusi keuangan dan perusahaan logistik. Setiap project dari nol: requirement gathering, design database, build, deploy, maintenance. Itu pengalaman yang invaluable. Saya tahu betul bagaimana sebuah aplikasi dari ide jadi production. Saya tahu rasanya jaga production server pagi-pagi karena ada bug yang baru ketahuan saat user pertama masuk.
Tapi pertanyaan yang mengganggu saya 6 bulan terakhir: apakah saya mau jadi project worker selamanya? Setiap project punya pola yang sama. Build, deliver, pindah ke project berikutnya. Sebagai engineer, skill saya makin matang. Tapi sebagai orang yang mau punya impact, saya merasa stuck.
Metranet menawarkan sesuatu yang berbeda. Mereka punya produk-produk yang dipakai konsumen Indonesia — bukan klien-aplikasi-internal. Frontend Developer di Metranet artinya saya akan bangun interface untuk orang yang pakai harian. Banyak users. Pertanyaan-pertanyaan baru: bagaimana onboarding user baru? bagaimana retention? bagaimana A/B test layout button?
Itu pertanyaan yang tidak pernah saya pikirin di Trikarsa.
Yang kedua, dan ini jujur: gaji. Metranet menawarkan paket yang lebih baik. Tidak besar bedanya, tapi untuk fase hidup saya sekarang (umur 23, baru mulai mikirin nabung serius), itu signifikan.
Yang ketiga, networking. Telkom Group besar. Ada Telkomsel, Sigma, Multimedia Nusantara, banyak lagi. Kerja di salah satu anak perusahaan Telkom artinya saya akan ketemu banyak orang dari unit lain. Skill teknis saya akan dipadukan dengan exposure ke industri yang lebih luas.
Yang saya yakin: pindah ini bukan tentang "Trikarsa kurang baik" dan "Metranet lebih baik". Tapi tentang fase yang berbeda. Di umur 21-22, saya butuh basic skill teknis yang solid — Trikarsa kasih itu. Di umur 23 ke atas, saya butuh exposure ke produk dan user — semoga Metranet kasih itu.
Yang masih belum saya yakin: apakah saya bisa adaptasi dengan budaya korporasi BUMN. Trikarsa swasta murni, lebih kecil, lebih fleksibel. Metranet bagian Telkom — saya dengar ada lebih banyak meeting, lebih banyak struktur, lebih banyak politik kantor. Itu akan jadi tantangan baru.
Hari ini saya ngecek email kerja baru, sign onboarding documents, ketemu tim, dijelasin product roadmap. Beda sekali dengan dulu di Trikarsa di mana saya pertama datang langsung disuruh fix bug critical. Pace-nya lebih lambat, expectations-nya lebih jangka panjang.
Mari kita lihat 2-3 tahun ke depan. Saya akan tulis lagi tentang transisi ini ketika punya cukup data.

Komentar