Dua Tahun Manager + Transisi ke Senior Project Manager
Dua tahun lalu saya dapet promosi dari Engineer ke Application Development Manager. Setahun lalu saya tulis honest reckoning tentang kesalahan-kesalahan yang saya buat. Hari ini, dua tahun setelah pertama kali jadi manager, saya tulis tentang transition berikutnya — minggu depan, Januari 2015, posisi saya akan berubah jadi Senior Project Manager.
Saya akan jelaskan apa yang berbeda dan apa yang saya pelajari.
Application Development Manager: focus engineering team. Lead 5-7 developer. Technical depth tinggi. Strategic scope sempit — kebanyakan terkait product/feature delivery untuk 1-2 produk.
Senior Project Manager: focus cross-functional initiative. Lead 1-2 major project yang span multiple team. Technical depth medium. Strategic scope lebar — bertanggung jawab atas outcome end-to-end, termasuk stakeholder management, vendor coordination, dan budget.
Lebih simply: ADM = engineering manager. SPM = project leader yang harus coordinate engineering + business + operations + finance untuk deliver outcome yang kompleks.
Kenapa saya pindah?
Pertama, growth. Di ADM, saya sudah belajar sebagian besar yang penting. People management, technical leadership, basic stakeholder communication. Ada hal-hal yang saya bisa improve, tapi marginal returns mulai menurun. SPM akan kasih saya skill yang sangat berbeda — managing kompleksitas non-technical, budget control, vendor negotiation, executive presentation.
Kedua, dan ini lebih jujur: saya mau lebih dekat ke business decisions. Di ADM saya implementasi keputusan yang dibuat orang lain. Di SPM, saya akan lebih sering di room di mana keputusan dibuat — alongside marketing, product, finance lead. Saya bisa influence direction, bukan cuma eksekusi.
Ketiga, optionality. Career path Indonesia tech industry masih relatively young. Banyak senior leader yang punya track engineering pure (CTO, VP Engineering). Banyak yang business pure (CEO, COO). Tapi yang punya track engineering + project leadership — bisa pindah ke kedua sisi — masih relatively rare. Saya pikir, dalam 5-10 tahun, profile seperti ini akan jadi sangat valuable.
Apa yang saya akan kehilangan?
Daily technical depth. Setelah 4 tahun di Metranet, sebagian besar waktu saya akan ke proses dan koordinasi, bukan engineering decisions. Saya akan lupa banyak technical detail. Saya akan kehilangan "rasa" tentang kompleksitas teknis.
Itu cost yang real. Cara saya mitigate: tetap baca tech news, tetap review architecture decision dari tim engineering, tetap coba implementasi kecil di weekend. Tapi saya tahu, ini hanya simulasi — bukan kerja teknis yang real.
Apa rencana 2015?
Pertama proyek besar di SPM: launch produk content yang baru dengan kolaborasi 3 tim — engineering Metranet, marketing Telkomsel, dan partner studio konten. Target launch Q3. Budget signifikan. Stakeholder banyak. Pasti banyak hal yang saya akan salah.
Sebagai biasa, saya akan tulis lagi setelah setahun. Saya tidak tahu apakah saya akan suka peran ini. Saya tidak tahu apakah saya cocok. Tapi saya akan coba dengan jujur.
Untuk tim engineering yang saya tinggalkan di ADM: terima kasih untuk 2 tahun. Saya hopefully made you better engineers. Kalian made me a better manager. Lanjutkan dengan supervisor baru — semoga dia bisa kasih lebih banyak yang saya tidak bisa.
Selamat datang 2015. Mari kita lihat.

Komentar