0%
3 min left

GoTo Merger Official — Vindikasi Prediksi Setahun Lalu

GoTo Merger Official — Vindikasi Prediksi Setahun Lalu
← Kembali ke Blog

Hari ini Gojek dan Tokopedia umumkan resmi merger menjadi GoTo Group. Setahun lalu saya tulis tentang rumor merger ini, dan saya prediksi: akan terjadi dalam 12 bulan. Hari ini, hampir tepat 10 bulan setelah artikel itu, kabar resminya keluar.

Saya tepati janji dan tulis updated analisis.

Apa yang final settle?

GoTo Group adalah holding company yang menaungi Tokopedia (ecommerce) dan Gojek (transport + super app). Brand keduanya tetap. Andre Soelistyo (CEO Gojek) jadi CEO GoTo Group. Tokopedia CEO William Tanuwijaya jadi President.

Valuasi combined: $18 miliar (turun dari peak $20+ miliar di funding round individual tahun lalu, tapi tetap besar). Mereka plan IPO di Indonesia + US dalam 12-18 bulan ke depan.

Strategic logic saya prediksi setahun lalu (consolidasi pasca-pandemic, defensive vs Shopee, economies of scale) — semua valid sekarang ditampilkan dalam dokumen merger.

Apa yang surprised saya?

Pertama, ukuran tim transition. Setelah merger, ada planned reduction 15-20% headcount combined. Itu 3-4 ribu engineer + product + ops yang akan kehilangan pekerjaan. Lebih besar dari yang saya estimasi.

Implikasi untuk talent market: 2021 Q3-Q4 akan ada surge senior tech talent yang available. Startup tier-2 dan tier-3 akan dapat opportunity untuk hire talented people yang sebelumnya tidak terjangkau.

Untuk Posdigi yang sedang ramp up (dan posisi saya yang akan datang sebagai COO — public secret di industri tapi belum saya umumkan officially), ini kesempatan rekrutmen.

Kedua, governance structure yang kompleks.

Tokopedia investor utama (Alibaba) dan Gojek investor utama (Tencent + SoftBank) tetap punya stake besar di entity gabungan. Plus founder masing-masing punya voting rights yang tidak proporsional dengan stake.

Itu structure yang work in private, tapi akan complex saat IPO. Public investor biasanya pengin clarity di governance. Conflict yang dulu manageable di private (Alibaba vs Tencent battles), akan muncul ke permukaan.

Saya prediksi: tahun pertama IPO akan rocky. Dalam 18 bulan, GoTo akan harus simplifikasi structure governance kalau mau stock price-nya stabil.

Ketiga, implikasi untuk industri tech Indonesia.

GoTo merger officially complete consolidation phase Indonesia tech. Dari era "ribuan startup eksperimen" (2010-2015), ke era "konsolidasi" (2016-2020), sekarang ke era "scaled few" (2021+).

Yang menang di era scaled few: 3-4 player dominant per kategori. Buat tier-2 startup, harus jadi sangat fokus pada niche yang underserved — atau prepare untuk acquired (dengan term yang less favorable saat ekonomi tidak sebagus 2018-2019).

Untuk industri saya di Metranet (sekarang Digital Advertising vertical): GoTo akan jadi competitor + customer + partner sekaligus. Sebagai customer, mereka spend signifikan untuk advertising. Sebagai competitor, mereka mulai expand ke media (GoPlay sebelumnya, Tokopedia Play sekarang). Sebagai partner, ada banyak opportunity untuk content distribution + payment integration.

Itu hubungan yang kompleks tapi necessary untuk navigate.

Untuk perjalanan saya pribadi: GoTo announcement membuat saya pertimbangkan ulang opsi karir. Apakah masuk ke startup yang scaled di GoTo era lebih masuk akal, atau stay di Telkom Group yang lebih stabil tapi growth-nya lebih lambat?

Saya sudah putuskan (akan saya umumkan public dalam beberapa minggu). Tapi konteks GoTo merger pasti influence keputusan-ku.

Selamat untuk Andre, William, dan tim. Merger besar tidak gampang — kultur dua tim, valuasi yang harus diterima, integration teknis yang massive. Tahun-tahun ke depan akan sangat menarik.

Komentar

Memuat komentar…